Apa itu Laporan Laba Rugi?
Laporan laba rugi menunjukkan hasil usaha selama satu periode: pendapatan dikurangi harga pokok menghasilkan laba kotor, lalu dikurangi beban operasional menghasilkan laba bersih. Laporan ini menjawab pertanyaan paling sering diajukan pemilik usaha — untung atau tidak.
Penjelasan lebih lanjut
Laba rugi hanya bisa dipercaya bila pendapatan dan beban dicatat pada periode yang benar. Pendapatan diakui saat barang diserahkan atau jasa diberikan, bukan saat uang diterima. Karena itu usaha bisa terlihat untung sementara kasnya menipis, dan sebaliknya.
Contoh dalam usaha kecil
Kafe beromzet Rp 80 juta dengan pemakaian bahan Rp 28 juta, maka laba kotornya Rp 52 juta. Setelah gaji, sewa, dan listrik Rp 45 juta, laba bersihnya Rp 7 juta — angka yang jauh berbeda dari kesan "ramai" yang terlihat setiap hari.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Membaca laba dari selisih uang masuk dan uang keluar. Cara itu mengabaikan stok yang belum terjual, utang yang belum dibayar, dan penjualan yang uangnya belum diterima.
Istilah yang berkaitan
- Neraca — Neraca adalah potret kekayaan usaha pada satu tanggal tertentu: apa yang dimiliki (aset), apa yang masih menjadi utang (liabilitas), dan sisanya yang benar-benar milik pemilik (ekuitas).
- Laporan Arus Kas — Laporan arus kas melacak uang yang benar-benar keluar masuk, dipisahkan menjadi tiga kelompok: kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.
- HPP — Harga pokok penjualan adalah biaya melekat pada barang atau jasa yang benar-benar terjual pada suatu periode.
Tidak perlu hafal istilahnya untuk punya pembukuan yang benar. Di Dayce, jurnal terbentuk otomatis dari bon dan transaksi kasir — istilah di atas terisi dengan sendirinya.
Coba gratis 14 hari →