Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan)?
Harga pokok penjualan adalah biaya melekat pada barang atau jasa yang benar-benar terjual pada suatu periode. Bukan total belanja periode itu. Selisih antara penjualan dan harga pokok inilah laba kotor, angka pertama yang menentukan apakah harga jual sudah masuk akal.
Penjelasan lebih lanjut
Rumus praktisnya: stok awal ditambah pembelian dikurangi stok akhir. Karena melibatkan stok akhir, harga pokok tidak bisa dihitung tanpa stok opname. Usaha yang tidak pernah opname sebenarnya tidak pernah tahu berapa laba kotornya.
Contoh dalam usaha kecil
Restoran punya stok bahan awal Rp 12 juta, membeli Rp 30 juta, dan menyisakan stok akhir Rp 10 juta. Pemakaian bahannya Rp 32 juta — bukan Rp 30 juta seperti yang terlihat dari nota belanja.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Memakai total pembelian sebagai harga pokok. Akibatnya bulan dengan belanja besar terlihat rugi dan bulan berikutnya terlihat untung besar, padahal penjualannya sama saja.
Istilah yang berkaitan
- Persediaan — Persediaan adalah barang yang dimiliki usaha untuk dijual atau diolah, dan dicatat sebagai aset selama belum terjual.
- Laporan Laba Rugi — Laporan laba rugi menunjukkan hasil usaha selama satu periode: pendapatan dikurangi harga pokok menghasilkan laba kotor, lalu dikurangi beban operasional menghasilkan laba bersih.
- Jurnal — Jurnal adalah catatan pertama setiap transaksi usaha, ditulis berpasangan: satu sisi debit dan satu sisi kredit dengan nilai yang selalu sama.
Tidak perlu hafal istilahnya untuk punya pembukuan yang benar. Di Dayce, jurnal terbentuk otomatis dari bon dan transaksi kasir — istilah di atas terisi dengan sendirinya.
Coba gratis 14 hari →