Akuntansi untuk Bengkel & Jasa Reparasi

Bengkel menagih dua hal dalam satu nota: jasa servis dan suku cadang. Keduanya harus dipisah sejak pencatatan, karena suku cadang punya harga pokok dan stok, sedangkan jasa tidak. Tanpa pemisahan itu, bengkel tidak pernah tahu apakah yang menghidupi adalah tangan montir atau rak sparepart.

Kenapa pembukuan bengkel & jasa reparasi berbeda

Sebagian besar bengkel kecil mencatat satu angka per nota. Padahal margin sparepart dan margin jasa berbeda jauh, dan hanya sparepart yang menyerap modal dalam bentuk stok. Ketika modal terasa selalu kurang padahal bengkel ramai, penyebabnya hampir selalu stok sparepart yang lambat berputar — dan itu hanya terlihat kalau keduanya dicatat terpisah.

Akun yang paling sering dipakai bengkel & jasa reparasi

Kode akun di bawah mengikuti bagan akun standar yang dipakai Dayce, jadi bisa langsung dicocokkan bila Anda memakai aplikasinya.

KodeNama akunKenapa penting
4-1200 Pendapatan Jasa Ongkos servis dan tenaga kerja montir.
4-1110 Penjualan — Toko Fisik Penjualan suku cadang yang dipasang maupun dijual terpisah.
1-1410 Persediaan Barang Dagangan Stok sparepart — penyerap modal terbesar di bengkel.
5-1100 Pembelian Barang Dagangan Kulakan sparepart ke distributor.
2-1500 Pendapatan Diterima Dimuka Uang muka pengerjaan besar yang belum selesai.
6-2160 Beban Lembur Karyawan Pekerjaan kejar tayang yang biayanya sering tidak dihitung ke pekerjaan itu.

Contoh jurnal transaksi khas

Satu nota servis berisi jasa dan sparepart

Dipecah menjadi dua baris pendapatan sejak awal, karena hanya bagian sparepart yang punya harga pokok.

AkunPosisi
1-1100 Kas Debit
4-1200 Pendapatan Jasa Kredit
4-1110 Penjualan — Toko Fisik Kredit

Sparepart terpakai keluar dari stok

Mengubah stok menjadi harga pokok pada saat barangnya benar-benar dipasang.

AkunPosisi
5-1100 Pembelian Barang Dagangan Debit
1-1410 Persediaan Barang Dagangan Kredit

Terima uang muka turun mesin, pengerjaan belum selesai

Belum boleh diakui sebagai pendapatan selama pekerjaannya belum selesai.

AkunPosisi
1-1100 Kas Debit
2-1500 Pendapatan Diterima Dimuka Kredit

Hal pajak yang perlu diperhatikan

  • Penjualan suku cadang dan jasa servis dapat berbeda perlakuan pajaknya, terutama bila bengkel sudah dikukuhkan sebagai PKP. Pemisahan pendapatan sejak pencatatan membuat perbedaan itu bisa ditangani tanpa membongkar ulang catatan.
  • Omzet yang dilaporkan mencakup keduanya, sehingga nota yang tidak terpecah tetap harus bisa dirinci saat diminta.

Halaman ini sengaja tidak menyebut tarif, batas, maupun tenggat dalam bentuk angka — aturan pajak berubah dan angka yang tertinggal justru menyesatkan. Angka terkini beserta dasar hukumnya ada di artikel Coretax untuk UMKM.

Checklist bulanan

  • Stok opname sparepart, terutama yang bernilai tinggi
  • Identifikasi sparepart yang tidak bergerak lebih dari tiga bulan
  • Pisahkan omzet jasa dan omzet sparepart
  • Rekap pekerjaan yang belum selesai di akhir bulan
  • Bandingkan biaya montir terhadap omzet jasa

Kesalahan yang paling sering terjadi

Salah: Mencatat satu angka total per nota servis

Akibatnya: Margin jasa dan margin sparepart tidak pernah terpisah, sehingga sumber laba tidak diketahui.

Yang benar: Pecah nota menjadi pendapatan jasa dan penjualan barang.

Salah: Membiarkan stok sparepart tanpa opname

Akibatnya: Modal tertahan di barang yang tidak laku tanpa disadari, dan kas terasa selalu kurang.

Yang benar: Lakukan opname rutin dan tandai barang lambat bergerak.

Salah: Mengakui uang muka pekerjaan besar sebagai omzet

Akibatnya: Laba bulan itu terlihat besar, lalu bulan penyelesaiannya terlihat rugi.

Yang benar: Akui setelah pekerjaan selesai diserahkan.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana memisahkan pendapatan jasa dan sparepart di bengkel?

Pecah nota menjadi dua baris sejak awal: ongkos jasa dan harga suku cadang. Hanya baris suku cadang yang mengurangi stok dan menimbulkan harga pokok, sehingga margin masing-masing bisa dihitung tanpa perkiraan.

Kenapa bengkel ramai tapi uangnya selalu kurang?

Penyebab paling umum adalah modal yang tertahan di stok sparepart yang lambat terjual, ditambah pekerjaan yang sudah dikerjakan tetapi belum ditagih. Keduanya hanya terlihat bila stok diopname rutin dan pekerjaan belum selesai direkap tiap akhir bulan.

Perlukah bengkel kecil mencatat stok sparepart?

Perlu, karena sparepart adalah penyerap modal terbesar di bengkel. Tanpa catatan stok, tidak ada cara mengetahui berapa uang yang sedang mengendap di rak dan barang mana yang sebaiknya berhenti dibeli.

Semua contoh jurnal di atas dikerjakan otomatis di Dayce. Unggah bon atau catat dari kasir, jurnalnya terbentuk sendiri — termasuk pemisahan pajak dan persediaan.

Coba gratis 14 hari →

Jenis usaha lain